GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Membangun Pertahanan dari Lampung

Membangun Pertahanan dari Lampung

KEBERADAAN industri pertahanan nasional menjadi solusi terbaik menghindari ketergantungan terhadap produk alat utama sistem persenjataan dari negara lain. Tujuannya untuk membangun kekuatan pertah…

Membangun Pertahanan dari Lampung

KEBERADAAN industri pertahanan nasional menjadi solusi terbaik menghindari ketergantungan terhadap produk alat utama sistem persenjataan dari negara lain. Tujuannya untuk membangun kekuatan pertahanan dan keamanan andal.

UU No 16/2012 tentang Industri Pertahanan Pasal 3 mengamanatkan hal itu. Kita harus mandiri dalam memproduksi peralatan pertahanan dan keamanan termasuk pemeliharaannya. Sehingga tidak ada lagi kendala saat asing melakukan embargo alat sistem pertahanan termasuk suku cadangnya.


Lampung menjadi salah satu provinsi yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai lokasi industri pertahanan. Bahkan, produksi kapal untuk sistem pertahanan telah dilakukan. PT Daya Radar Utama (DRU) di Panjang, Bandar Lampung telah dua kali menyerahkan kapal buatannya untuk Kementerian Pertahanan, yakni KRI Teluk Bintuni-520 dan Kamis (28/6), menyerahkan KRI Teluk Lada. Selain KRI yang berjenis AT-4 pengangkut t ank itu, juga ada tiga lagi kapal sejenis yang masih dalam proses pembuatan di perusahaan itu.

PT DRU memastikan keandalan kapal buatannya dipersembahkan bagi negeri. Sebab, dengan pengalamannya sudah membuat puluhan kapal, baik kapal angkut besar atau kecil, tanker, kapal gas, dan kapal untuk pertahanan. Khusus untuk KRI Teluk Lada mempunyai spesifikasi panjang 117 meter dan lebar 16,4 meter. Kemudian, kecepatan kapal angkut ini maksimal hingga 16 knot dan kecepatan jelajah 13 knot, radius pelayaran sekitar 6.240 mil laut (range 13 knot). Kecanggihan kapal ini juga mampu mengangkut 15 unit tank jenis BMP-3F, satu unit helikopter, dan pasukan termasuk kru sebanyak 478 personel.

Yang paling membanggakan adalah semua produk perusahaan yang sudah berdiri sejak 1972 itu dikerjakan putra-putri bangsa. Mereka memastikan tidak ada satu pun tenaga ahli luar negeri. Jika peresmian KRI Teluk Bintuni tahun lalu langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dan, peresmian KRI Teluk Lada kali ini oleh Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Hal itu menegaskan posisi Lampung sebagai provinsi yang masuk pengembangan kawasan industri strategis nasional. Sehingga ke depan industri pertahanan yang diwacanakan dibangun di Lampung dapat segera direalisasikan. Sebab secara tidak langsung, keberadaan industri itu mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ke depan, kawasan itu dapat menjadi tempat pengembangan edukasi kreatif dan produktif. Sebab, pengusaha juga memberi ruang pelajar dan mahasiswa untuk bisa melihat secara langsung beragam proyek strategis yang mereka kerjakan. Dengan begitu sumber daya manusia di Bumi Rruwa Jurai juga terangkat.

Dengan semua keuntungan itu, publik yakin Lampung mampu menjadi daerah yang berdaya saing secara ekonomi maupun perkembangan sumber daya manusia. Jangan sampai keberadaan kawasan strategis termasuk industri pertahanan di dalamnya tidak dimanfaatkan pemerintah daerah alias han ya menjadi penonton bukan pemain utama.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR


Sumber: Berita Lampung

No comments