GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bawaslu RI Bakal Selidiki Politik Uang di Pilkada Lampung

Bawaslu RI Bakal Selidiki Politik Uang di Pilkada Lampung

Bawaslu RI Bakal Selidiki Politik Uang di Pilkada Lampung Reporter: Antara Editor: Juli Hantoro …

Bawaslu RI Bakal Selidiki Politik Uang di Pilkada Lampung

Bawaslu RI Bakal Selidiki Politik Uang di Pilkada Lampung Reporter:

Antara

Editor:

Juli Hantoro

Selasa, 3 Juli 2018 09:02 WIB
Ilustrasi politik uang. shutterstock.com

Ilustrasi politik uang. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah elemen masyarakat menyampaikan dugaan praktik politik ang dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Lampung 2018 kepada Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu RI.

Juru bicara Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih Rifki Indrawan mengatakan mereka melaporkan adanya dugaan politik yang yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif atau TSM.

Rifki mengatakan utusan Bawaslu RI bakal datang ke Lampung untuk mengecek dugaan politik uang tersebut. "Bawaslu RI akan mengirim utusan ke Lampung untuk memastikan dugaan 'money politics' dalam Pilgub Lampung agar diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Rifki yang sedang berada di Jakarta, Selasa 3 Juli 2018.

Baca juga: Pilkada 2018, PDIP Usung Herman HN Jadi Cagub Lampung

Menurut Rifki kedatangan Bawaslu RI menjadi angin segar bagi masyarakat yang berjuang untuk Lampung Bersih. "Semoga ini bisa mengembalikan rasa kepercayaan masyarakat Lampung kepada pengawas, khususnya Bawaslu Lampung," kata dia.

Menurut Rifki, Bawaslu RI pun berjanji akan mempelajari seluruh laporan dugaan politik uang secara TSM yang terjadi dalam Pilkada Lampung 2018. Termasuk laporan politik uang yang telah dicabut oleh pelapor akan kembali diperiksa, sebab menurut Bawaslu RI dugaan politik uang yang sudah masuk tidak bisa dicabut.

"Meskipun tidak ada saksi, kasus money politics diadukan, panwas tetap bisa melakukan persidangan. Salah satu tugas staf Bawaslu Lampung juga, memastikan keamanan saksi dan pelapor dugaan money politics itu," tuturnya.

Rifki menuturkan, Bawaslu RI menargetkan dalam waktu empat belas hari akan menyelesaikan seluruh laporan dugaan politik uang itu.

Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) sebelumnya menggelar aksi di depan Bawaslu RI, Jakarta pada Senin 2 Juli 2018.

Koordinator KRLUPB Rakhmat Husein DC menyatakan Bawaslu Lampung hanya sibuk mengurus laporan masyarakat soal politik uang dalam Pilgub Lampung itu.

"Sebenarnya, jika mau, Bawaslu Lampung dan kepolisian sangat mungkin mencegah terjadi politik uang dengan menangkap operator utama politik uang. Tapi, kenyataannya Bawaslu Lampung hanya sibuk mengurus laporan masyarakat soal politik uang itu," ucapnya.

Selain aksi ke Bawaslu RI, juru bicara KRLUPB mengatakan, saat ini rakyat Lampung terus bergerak menuntut Bawaslu Lampung mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut tiga Arinal Djunaidi-Chusnunia yang dilaporkan atas dugaan melakukan politik uang.

Sebelumnya, KIPP bersama organ terkait mendirikan Posko Demokrasi dan Aksi Lampung Darurat Money Politics, Lampung Pilgub Ulang, di Tugu Adipura, Kota Bandarlampung sejak Sabtu 30 Juni 2018.

"Kami tidak sudi menyerahkan masa depan Lampung lima tahun ke depan kepada pemimpin yang hanya jadi cecunguk korporasi," ujar Korlap Aksi Komite Independen Pengawas Pemilu (KIPP) Rismayanti Borthon.

Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar yang mengusung pasangan Arial-Nunik menepis tudingan politik uang yang ditujukan ke mereka. Golkar bersama PKB dan PAN juga akan membuka posko pengaduan fitnah terhadap pasangan Arinal Djunaidi dan Chusnunia.

"Selama ini 'kan ada fitnah yang ditujukan kepada pasangan Arinal/Nunik," kata Wakil Ketua DPD Golkar Provinsi Lampung Bidang Keorganisasian Abi Hasan Muan di Bandarlampung, Ahad 1 Juli 2018.

Baca juga: Quick Count Sebut PDIP Kalah di 11 Pilkada, Ini Daftarnya

Menurutnya, beberapa saksi didatangi oleh tim sukses calon lain, mereka mengintimidasi agar mengakui bahwa menerima politik uang.

Hal itu, bukan kewenangan mereka karena ada penyelenggara yang melakukan pengawasan. "Terhadap fitnah ini harus dilawan karena calon nomor urut 3 yang dipilih oleh rakyat. Oleh karena itu, Partai Golkar akan buka posko pengaduan," ujar Abi.

Abi juga menginstruksikan kepada DPD II Golkar kabupaten/kota di Lampung untuk membuka posko pengaduan. "Itu khusus kepada saksi yang diintimidasi oleh pihak lawan. Ini sudah tidak sehat iklim demokrasinya seharusnya dari awalkan sepakat untuk berkompetisi secara fair, adil, serta tanpa ad anya tindakan intimidasi dan pemaksaan," kata dia.

Abi mengingatkan, seluruh calon dari awal sudah sepakat tidak membuat tindakan yang memancing suasana tidak kondusif.

"Semuanya sudah sepakat pemilu ini damai dan lancar, aman, dan tanpa adanya gangguan kamtibmas," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa Partai Golkar ini bukan partai kecil. Oleh karena itu, jangan pancing Golkar untuk bereaksi. "Sudah ada penyelenggara agar diserahkan kepada mereka untuk menjalankan tugasnya," kata Abi.

Pilkada Lampung 27 Juni 2018 diikuti empat pasangan calon, yaitu M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri (petahana), Herman HN-Sutono, Arinal Djunaidi-Chusnunia, dan Mustafa-Ahmad Jajuli.

Dalam perhitungan pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia memenangkan Pilkada Lampung ini.

Lihat Juga


Terkait
  • Golkar Pastikan Tak Akan Usung JK Capres di Pilpres 2019

    Golkar Pastikan Tak Akan Usung JK Capres di Pilpres 2019

    4 jam lalu
  • Airlangga : Tanpa PKPU, Caleg Kami Sudah Punya Pakta Integritas

    Airlangga : Tanpa PKPU, Caleg Kami Sudah Punya Pakta Integritas

    6 jam lalu
  • Golkar Akan Bertemu PKB Bahas Koalisi di Pilpres 2019

    Golkar Akan Bertemu PKB Bahas Koalisi di Pilpres 2019

    19 jam lalu
  • Golkar: Kekalahan di Jawa Barat, Kehilangan yang Sangat Mahal

    Golkar: Kekalahan di Jawa Barat, Kehilangan yang Sangat Mahal

    19 jam lalu
  • Rekomendasi
  • Sudirman Said Temui Presiden PKS Bahas Perkembangan Pilgub Jateng

    Sudirman Said Temui Presiden PKS Bahas Perkembangan Pilgub Jateng

    20 jam lalu
  • Bawaslu Sulsel Curiga Ada Penyelenggara Terlibat Manipulasi Suara

    Bawaslu Sulsel Curiga Ada Penyelenggara Terlibat Manipulasi Suara

    2 hari lalu
  • Klaim Banyak Menang di Pilkada, Golkar Optimistis Hadapi Pilpres

    Klaim Banyak Menang di Pilkada, Golkar Optimistis Hadapi Pilpres

    4 hari lalu
  • Pilkada Ricuh, Pemenang Pilgub Sumut Terancam Tertunda

    Pilkada Ricuh, Pemenang Pilgub Sumut Terancam Tertunda

    4 hari lalu
  • Foto
  • Golkar Klaim Target Pilkada Serentak 2018 Tercapai

    Golkar Klaim Target Pilkada Serentak 2018 Tercapai

    5 hari lalu
  • Menang Quick Count, Begini Reaksi Para Paslon di Pilkada

    Menang Quick Count, Begini Reaksi Para Paslon di Pilkada

    5 hari lalu
  • TPS Pilkada Terunik, dari Dijaga Hantu Sampai Batman Ikut Nyoblos

    TPS Pilkada Terunik, dari Dijaga Hantu Sampai Batman Ikut Nyoblos

    5 hari lalu
  • SBY dan Keluarga Nyoblos Pilkada di TPS Cikeas

    SBY dan Keluarga Nyoblos Pilkada di TPS Cikeas

    5 hari lalu
  • Video
  • Pilkada di Kampung Adat Suku Baduy

    Pilkada di Kampung Adat Suku Baduy

    4 hari lalu
  • Pilkada 2018, Isu Netralitas dan Politik Uang Jadi Titik Krusial

    Pilkada 2018, Isu Netralitas dan Politik Uang Jadi Titik Krusial

    7 hari lalu
  • Ini Pemicu Ricuh di Debat Pilgub Jawa Barat

    Ini Pemicu Ricuh di Debat Pilgub Jawa Barat

    48 hari lalu
  • Ada Anak-anak dan Mobil Dinas di Kampanye Pilkada Kota Serang

    Ada Anak-anak dan Mobil Dinas di Kampanye Pilkada Kota Serang

    55 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Kalah di Pilkada Jawa Barat, Dedi Mulyadi: Golkar Harus Belajar

  • 2

    Pilkada Susulan di Papua Digelar Sebelum 10 Juli

  • 3

    Masuk DPO, KPU Sulsel Rekomendasikan Pemecatan Ketua PPK Tamalate

  • 4

    Ridwan Kamil Beri Hadiah Motor untuk Pengemudi Ojek Pendukungnya

  • 5

    Sudirman Said Temui Presiden PKS Bahas Perkembangan Pilgub Jateng

  • Fokus
  • Peluang Gerindra Usung Prabowo - Anies Baswedan di Pilpres 2019

    Peluang Gerindra Usung Prabowo - Anies Baswedan di Pilpres 2019

  • Kemenangan Kotak kosong dan Dugaan Data Palsu di Pilkada Makassar

    Kemenangan Kotak kosong dan Dugaan Data Palsu di Pilkada Makassar

  • Sekali Lagi, Jangan Biarkan Pilkada Merusak Kebersamaan

    Sekali Lagi, Jangan Biarkan Pilkada Merusak Kebersamaan

  • Jumlah Pengaduan Besar, Aturan PPDB Online Untuk Siapa

    Jumlah Pengaduan Besar, Aturan PPDB Online Untuk Siapa

  • Terkini
  • Bawaslu RI Bakal Selidiki Politik Uang di Pilkada Lampung

    Bawaslu RI Bakal Selidiki Politik Uang di Pilkada Lampung

    2 jam lalu
  • Ridwan Kamil Beri Hadiah Motor untuk Pengemudi Ojek Pendukungnya

    Ridwan Kamil Beri Hadiah Motor untuk Pengemudi Ojek Pendukungnya

    4 jam lalu
  • Dugaan Pelanggaran Pilkada Makassar, Panwaslu Kejar Ketua PPK

    Dugaan Pelanggaran Pilkada Makassar, Panwaslu Kejar Ketua PPK

    5 jam lalu
  • Pilkada Susulan di Papua Digelar Sebelum 10 Juli

    Pilkada Susulan di Papua Digelar Sebelum 10 Juli

    13 jam lalu
  • Kotak Kosong Menang, Pengamat: Oligarki Politik Dilawan Publik

    Kotak Kosong Menang, Pengamat: Oligarki Politik Dilawan Publik

    17 jam lalu
  • Masuk DPO, KPU Sulsel Rekomendasikan Pemecatan Ketua PPK Tamalate

    Masuk DPO, KPU Sulsel Rekomendasikan Pemecatan Ketua PPK Tamalate

    19 jam lalu
  • Sudirman Said Temui Presiden PKS Bahas Perkembangan Pilgub Jateng

    Sudirman Said Temui Presiden PKS Baha s Perkembangan Pilgub Jateng

    20 jam lalu
  • Relawan Kotak Kosong Minta Aktor Pemanipulasi Data Ditangkap

    Relawan Kotak Kosong Minta Aktor Pemanipulasi Data Ditangkap

    21 jam lalu
  • Kalah di Pilkada Jawa Barat, Dedi Mulyadi: Golkar Harus Belajar

    Kalah di Pilkada Jawa Barat, Dedi Mulyadi: Golkar Harus Belajar

    23 jam lalu
  • Demokrat Nilai PDIP Terburu-buru Soal Kemenangan di Pilkada Papua

    Demokrat Nilai PDIP Terburu-buru Soal Keme nangan di Pilkada Papua

    1 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Pilkada 2018, Hasil Survei Versus Perhitungan Suara KPU

    Sejumlah kandidat yang diprediksi lembaga survei bakal meraup suara di Pilkada 2018, seperti pasangan Djarot dan Sihar, gembos pada hari pencoblosan.

    Sumber: Berita Lampung

    No comments