GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kekerabatan Masyarakat Adat Lampung (Habis)

Kekerabatan Masyarakat Adat Lampung (Habis)

SAAT ini, penggunaan tutor bagi orang Lampung yang masih memegang teguh norma dan nilai-nilai sosial budayanya masih mempergunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam internal pergaula…

Kekerabatan Masyarakat Adat Lampung (Habis)

SAAT ini, penggunaan tutor bagi orang Lampung yang masih memegang teguh norma dan nilai-nilai sosial budayanya masih mempergunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam internal pergaulan masyarakat adat terutama dalam pergaulan keluarga memanggil seseorang tanpa menggunakan panggilan tutor merupakan perilaku tidak sopan dan tidak tahu adat.

Norma sosial yang sangat kuat dalam pergaulan adat yang masih kental memberikan dampak yang cukup berpengaruh melalui sanksi yang bersifat sosial. Norma dan nilai sosial yang hidup di masyarakat tersebut merupakan implementasi dari adat atau hukum adat, ketika sanksi merupakan sebuah elemen pendukung tegaknya sebuah hukum, dalam hal ini hukum adat. Syarat adat atau kebiasaan menjadikannya hukum karena memenuhi beberapa kategori, yaitu masyarakat meyakini adanya keharusan yang harus dilaksanakan, pengakuan dari masyarakat bahwa adat tersebut bersif at mengikat, dan adanya sanksi terhadap adanya pelanggaran.


Manfaat mempelajari hukum adat menurut Von Savigny, hukum adalah jiwa bangsa sehingga kita dapat mengonstruksikan hukum dengan cara mempelajari nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. Dengan mempelajari hukum adat, dapat diketahui arah dan tujuan ke mana masyarakat itu akan dibawa.

Mengetahui dan memahami hukum adat membuat kita dapat menyelami jiwa masyarakat. Mengetahui norma-norma dan nilai sosial yang hidup di tengah masyarakat serta permasalahan-permasalahan sosial kemasyarakatan dapat ditanggulangi dengan baik melalui sistem hukum adat yang berlaku.

Sistem hukum kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial masyarakat dalam kehidupan pergaulannya sehari-hari, sekaligus sebagai pranata berupa sistem tingkah laku sosial yang bersifat resmi serta adat istiadat dan norma yang mengatur tingkah laku yang menjadi salah satu ciri khas nilai sosial o rang Lampung, yaitu bejuluk beadek.

Sifat hukum adat yang sebagian besar tidak tertulis (non-statuer) menjadi salah satu titik lemah dari keberlakuan sistem kekerabatan adat. Sistem kekerabatan adat Lampung yang berjenjang bertahun-tahun telah berakulturasi dengan banyaknya pendatang sehingga membuatnya menjadi lebih dinamis dalam berkembang.

Harus diakui antara daerah yang satu dan yang lain di Lampung kadang berbeda dalam penggunaan, penempatan, dan tata cara pemberlakuan nama pada sistem kekerabatannya. Sangat disayangkan saat ini di daerah perkotaan di Lampung penggunaan tutor dan pengaplikasian hukum kekerabatan sudah sangat jarang sekali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu menjadi tugas penulis, para akademisi, dan peneliti untuk terus meneliti juga menuliskannya agar tidak hilang ditelan arus perkembangan zaman. n

EDITOR

Sri Agustina

TAGS

KOMENTAR


Sumber: Berita Lampung

No comments