GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Hakim Sebut Lelang 31 Paket Proyek di Pemkab Lampung Selatan ...

Hakim Sebut Lelang 31 Paket Proyek di Pemkab Lampung Selatan ...

Hakim Sebut Lelang 31 Paket Proyek di Pemkab Lampung Selatan Abal-abal Lelang 31 paket proyek di Pemkab Lampung Selatan diduga kuat abal-abal alias fiktif.Kamis, 1…

Hakim Sebut Lelang 31 Paket Proyek di Pemkab Lampung Selatan ...

Hakim Sebut Lelang 31 Paket Proyek di Pemkab Lampung Selatan Abal-abal

Lelang 31 paket proyek di Pemkab Lampung Selatan diduga kuat abal-abal alias fiktif.

Hakim Sebut Lelang 31 Paket Proyek di Pemkab Lampung Selatan Abal-abalTribun Lampung/Hanif Risa MustafaSuasana sidang lanjutan kasus gratifikasi proyek pembangunan di Pemkab Lampung Selatan, dengan terdakwa Gilang Ramadhan, di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Rabu, 17 Oktober 2018.

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Lelang 31 paket proyek di Pemkab Lampung Selatan diduga kuat abal-abal alias fiktif. Dugaan ini dilontarkan anggota m ajelis hakim Barudin Naim dalam sidang lanjutan kasus gratifikasi proyek pembangunan di Pemkab Lamsel dengan terdakwa Gilang Ramadhan, direktur PT Prabu Sungai Andalas, Rabu (17/10/2018).

Barudin melontarkan istilah lelang proyek abal-abal setelah mendengar keterangan saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum. Ia menyebut lelang 31 paket proyek di Pemkab Lamsel abal-abal karena pemenang lelang proyek telah ditentukan, termasuk adanya pembagian fee.

"Ini namanya kocok bekam. Ngapain dilakukan lelang? Lelangnya hanya abal-abal, hanya bohong-bohong. Jelas ini proyeknya abal-abal," cetus Barudin dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang.

Awalnya, pengaturan pemenang lelang itu diakui oleh saksi Yudi Siswanto, kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lamsel. Ia juga merangkap pejabat pembuat komitmen. Dalam berita acara pemeriksaan Yudi terungkap bahwa pemenang lelang proyek tahun anggaran 2018 sudah d iatur.

"Benar, tapi tidak secara jelas. Saya tahu sebelum lelang, dan tidak ada yang saya lakukan," kata Yudi terbata-bata.

Saksi Taufik Hidayat, kepala Saksi Penanganan Jalan Dinas PUPR Lamsel merangkap pejabat pengawas teknis kegiatan, mengutarakan pengakuan yang sama.

"Sudah (tahu soal pemenang lelang proyek sudah ditentukan), dari Pak Kadis (Kepala Dinas) PUPR Anjar Asmara sebelum lelang. Dia ngomong, 'Tolong dibantu untuk lelang tahun anggaran 2018. Tolong hubungi Sahroni untuk dapat nama perusahaan yang akan memenangkan lelang.' Itu sebelum lelang," bebernya.

Senada, Basuki Purnomo selaku kasi Konsumsi Bagian Pembangunan Dinas PUPR merangkap sekretaris Kelompok Kerja Unit Layanan pengadaan, menyatakan pemenang lelang proyek sudah diplot.

"Ya, sudah ditentukan pemenangnya siapa saja. Sudah ada plotnya. Jadi, sudah ditentukan pemilik pekerjaan. Yang merintah, Sahroni. Saya tidak berusaha memb antah. Memang itu tidak dibenarkan," katanya.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: hanif mustafa Editor: yoso Sumber: Tribun Lampung Cetak Ikuti kami di Suami Tewas Kecelakaan Bersama Pemandu Lagu, Istri Sempat Kecewa: Biar Selingkuh Asal Tak Mati Sumber: Berita Lampung

No comments