GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Hasan Mata Raja Sang Maestro Kias Lampung

Hasan Mata Raja Sang Maestro Kias Lampung

Tribun Lampung Selatan Hasan Mata Raja Sang Maestro Kias Lampung Nama H Hasan Mataraja mungkin belumlah banyak dikenal oleh para pelaku seni tradisional di Lampung. Tetapi di …

Hasan Mata Raja Sang Maestro Kias Lampung

Tribun Lampung Selatan

Hasan Mata Raja Sang Maestro Kias Lampung

Nama H Hasan Mataraja mungkin belumlah banyak dikenal oleh para pelaku seni tradisional di Lampung. Tetapi di Kalianda, sosok ini sebagai seniman kias

Hasan Mata Raja Sang Maestro Kias LampungTribunlampung/DediHasan Mata Raja

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL â€" Nama H Hasan Mata Raja mungkin belumlah banyak dikenal oleh para pelaku seni tradisional di Lampung. Tetapi di Kalianda, sosok ini sebagai seniman kias dan segata.

Padahal sebagai sosok penggiat seni tradisional Lampung, dirinya sudah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Pendid ikan dan Kebudayaan sebagai maestro seni tradisional Lampung untuk kias dan segata.

Baca: 6.381 Pelamar CPNS Lamsel Dinyatakan Lulus Verifikasi Administrasi

“Pada tahun 2016 kemarin, saya diundang kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Muhadjir Efendi,” ujarnya kepada tribun yang menyambangi kediamannya di Kedaton, Kalianda pada minggu (21/10).

Hasan Mata Raja pun berbagi cerita tentang seni tradisi Kias Lampung. Menurut dirinya, seni tradisi kias (bertutur/lisan) sudah sejak ratusan tahun silam ada secara turun temurun di masyarakat Lampung.

Kias, kata dia, bisa berisikan cerita sejarah masa lampau. Bisa tentang kehidupan saat ini atau tentang gambaran masa datang. Tradisi kias ini sering ditampilkan pada acara-acara adat atau pada pernikahan di masyarakat Lampung.

“Saya sendiri masih menyimpan beberapa teks kias. Seperti kias tentang zaman penjajahan Belanda, k ias tentang kisah perjalanan pahlawan nasional Radin Inten II dan juga kias tentang sejarah letusan gunung Krakatau 1883 silam,” kata pria kelahiran 1948 ini.

Sayangnya, lanjut Hasan Mata Raja, tradisi kias dan segata ini mulai hilang ditengah masyarakat. Ia sendiri sudah sejak sekitar 15 tahun silam kembali memunculkan tradisi kias ini.

Namun menurutnya, minat generasi muda sangat kecil pada tradisi kias ini. Ini, kata dia terlihat dari sedikitnya anak-anak muda yang ingin belajar seni tradisi kias. Ia sendiri membuka sanggar bagi anak-anak muda yang ingin belajar tradisi kias ini.

“Saya ini sudah usia lanjut. Saya khawatir, jika tidak ada anak-anak muda yang ingin mempelajari kias dan segata ini. Nantinya tradisi ini akan hilang,” ungkapnya. (dedi/tribunlampung)

  • Penulis: Dedi Sutomo Editor: Reny Fitriani Ikuti kami di Video Penampakan 2 Wanita Digerebek Walikota Bogor Bima Arya, Prostitusi di Apartemen Bogor Valley Sumber: Berita Lampung

No comments