Keberhasilan Pembangunan Jokowi di Lampung | Liputan 24 Lampung
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Keberhasilan Pembangunan Jokowi di Lampung

Posted by On 12:33 AM

Keberhasilan Pembangunan Jokowi di Lampung

BUKAN rahasia umum lagi jika Presiden Joko Widodo dikenal dengan etos kerjanya yang tinggi. Sejak awal pemerintahannya, Presiden yang mengawali karier politiknya sebagai wali kota Solo itu terus menekankan pembangunan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur.

Perlu diketahui, infrastruktur itu bukan hanya urusan ekonomi, melainkan juga untuk persatuan bangsa. Kepala negara pun menggebrak stigma publik bahwa pembangunan hanya dilakukan di Jawa. Hal itu ditunjukkan dengan memulai berbagai pembangunan fisik dan nonfisik di luar Jawa. Salah satu daerah di luar Jawa yang terus ditingkatkan pembangunannya adalah Lampung.


Banyak pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan di Provinsi Lampung, seperti pembangunan jalan tol, bendungan, perumahan rakyat, dan perluasan Bandara Radin Inten II yang tentu saja secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak positif bagi kemajuan Lampung. J alan tol Jokowi tercatat telah melakukan pembangunan jalan tol di Lampung yang menghubungkan Bakauheniâ€"Bandar Lampungâ€"Terbanggibesar.

Jalan tol ini memiliki panjang 140.938 kilometer dan merupakan jaringan dari jalan trans-Sumatera. Pembangunan tol tersebut sampai saat ini masih berlanjut. Merujuk pada perincian dari PT Hutama Karya per Agustus lalu, realisasi fisik pembangunan tol Bakauheniâ€"Terbangibesar sudah mencapai 89,75% untuk Paket I Bakauheniâ€"Sidomulyo dan dikerjakan PT PP (Persero).

Sementara untuk Paket II Sidomulyoâ€"Kotabaru dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) dan sudah mencapai 90,84 persen. Lalu, Paket III Kotabaruâ€"Metro yang dikerjakan PT AdhiKarya (Persero) saat ini pembangunannya sudah mencapai 83,37%. Kemudian, Paket IV Metroâ€"Terbanggibesar dikerjakan oleh PT Wijaya Karya sudah mencapai 91,53%.

Keuntungan bagi UKM

Rencananya, jalan tol ini akan mulai dioperasikan pada November tahun ini. Me rujuk pada informasi, PT Hutama Karya berkomitmen akan memberikan alokasi 30% tenant di ruas tol Bakauheniâ€"Terbanggibesar diisi oleh UKM Lampung dan sekitarnya. Tentu, ini merupakan kabar gembira bagi para pelaku UKM di lingkungan tersebut.

Bukan hanya untuk mempermudah akses mobilitas antardaerah, keberadaan tol ini juga akan memberikan peluang bagi usaha kecil dan menengah atau UKM untuk lebih eksis dan berkembang. Pasalnya, sebagaimana kebanyakan di jalan tol, jalan tol di Lampung itu juga akan dilengkapi dengan rest area. Di titik-titik peristirahatan itu terdapat fasilitas mulai dari musala, toilet, hinga minimarket atau fasilitas penunjang lainnya.

Kehadiran tenant-tenant (pengguna) tersebut bisa menjadi ajang bagi UKM untuk menjajakan hasil produksinya. Dengan cara ini, perekonomian warga juga akan ikut terangkat. Dikenalnya produk-produk lokal juga bisa sebagai kampanye daerah alias mempromosikan potensi unggulan suatu daerah. Jurus ini sekaligus untuk bisa menarik wisatawan.

Selain itu, para pengguna jalan yang melintas di ruas tol tersebut, saat beristirahat, juga bisa melihat berbagai produk khas Lampung. Tak menutup kemungkinan, dilihatnya produk-produk Lampung oleh orang dari luar Lampung juga akan mendatangkan kerja sama antardaerah bahkan dengan luar negeri. Dengan keberadaan tol ini, nantinya masyarakat akan merasakan dampaknya. Mereka akan lebih cepat dan mudah menjangkau berbagai tempat.

Proyek Bendungan

Tentu, hal ini akan sangat bermanfaat dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Bendungan Way Sekampung, selain jalan tol Jokowi, juga menunjukkan konsentrasinya untuk pembangunan di Lampung dengan membangun Bendungan Way Sekampung, di Kecamatan Pagelaran Utara yang diperkirakan memiliki daya tampung 46 juta meter kubik. Bendungan ini berada di dua kabupaten, yaitu Tanggamus dan Pringsewu.

Dengan adanya bendungan ini, tentunya akan mempermudah ir igasi, air baku, dan pengurangan risiko banjir di wilayah sekitarnya. Sama halnya dengan pembangunan jalan tol di Lampung, pembangunan bendungan ini juga dibagi dalam paket-paket.

Kontrak pembangunan Bendungan Way Sekampung yang dilakukan pada November 2016 tersebut membagi pekerjaan pembangunan dalam dua paket yang dikerjakan PT PP dan PT Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana. Diharapkan, bendungan yang pembangunannya diperkirakan akan memakan biaya Rp1,84 triliun itu akan selesai pada 2020 mendatang.

Perumahan untuk Rakyat

Langkah lain yang juga dilakukan Jokowi untuk membangun Lampung adalah dengan memperhatikan aspek perumahan masyarakat. Sebagai langkah menciptakan solusi hunian yang murah bagi masyarakat, pemerintah melakukan pembangunan rumah susun sebanyak 274 unit di Kabupaten Lampung Selatan.

Selain itu, pembangunan serupa juga dilakukan di Mesuji sebanyak 174 unit dan 30 unit ada di Lampung Timur. Ada pula pro gram rumah swadaya yang menargetkan 3.000 unit dalam bentuk Program Padat Karya. Diharapkan, dengan adanya program ini, 12 ribu tenaga kerja dapat terserap sehingga dapat menurunkan angka pengangguran di wilayah Lampung.

Program yang ditargetkan untuk 16 ribu penerima manfaat ini menghabiskan anggaran Rp45 miliar. Proyek-proyek pembangunan tersebut telah mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Lampung meningkat hingga 5,15% pada 2016 lalu. Angka ini meningkat tipis dibandingkan pada 2015 yaitu 5,13%.

Berbagai langkah pembangunan yang dilakukan tersebut pada akhirnya tak hanya akan berpengaruh pada peningkatan perekonomian warga. Akan tetapi, hal ini juga akan meningkatkan taraf hidup, kesejahteraan, maupun pembangunan di daerah Lampung sehingga pemerataan pembangunan dapat semakin terwujud serta terealisasi tidak hanya tinggal janji dan wacana semata.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR

Sumber: Berita Lampung

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »