Penggiat Penangkar Burung Lampung Deklarasikan APBN | Liputan 24 Lampung
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Penggiat Penangkar Burung Lampung Deklarasikan APBN

Posted by On 10:25 AM

Penggiat Penangkar Burung Lampung Deklarasikan APBN

Para penggiat deklarasi terbentuknya APBN Korwil Lampung, Dodi Naga, Ketua APBN Korwil Lampung Babah Konghu (Abdurahman), Kepala Seksi Konservasi III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Teguh Ismail, Hi. Ebbot Jaya (Moderator), Yahya Ramadona, dan Haris berkumpul menyatukan visi misi. Foto Anggi Rhaisa/RADARLAMPUNG.CO.ID.

radarlampung.co.id â€" Penangkar burung yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Lampung sepakat mendeklarasikan terbentuknya Asosiasi Penangkar Burung Nusantara (APBN) korwil Lampung. APBN terbentuk di 16 provinsi di Indonesia, salah satunya Lampung.

Khusus korwil Lampung, para penangkar burung menyatakan siap membentuk pengurusan baru yang dilaksanakan di Ho tel Sheraton, Bandarlampung, Selasa (30/10)

Dalam deklarasi ini seluruh penangkar burung mendukung Abdurrahman (Babah Konghu) sebagai Ketua APBN Korwil Lampung.

Dalam sambutannya, Abdurrahman berterimakasih atas dukungan pada dirinya sebagai ketua APBN. “Amanah ini akan saya laksanakan dengan baik,” kata dia.

Menurutnya, penangkar adalah pahlawan konservasi. “Kita akan dorong pemerintah segera membuat peraturan daerah (Perda) tentang stop pemburuan burung liar,” paparnya.

Terpisah, Kepala Seksi Konservasi III Lampung Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Teguh Ismail mendukung penuh terbentuknya APBN Lampung. Dengan harapan nantinya pengurus APBN dapat melindungi penangkaran burung di hutan Provinsi Lampung. “Kita wajib melindungi, jangan sampai ada pemburuan hewan cantik ini,” imbaunya.

BACA : Waspada Hujan Lebat Disertai Petir

Selain itu, menurutnya terbentuknya APBN di Lampung bisa mendukung adanya Peraturan Menteri (Permen) Nomor 20 tahun 2018 tentang Penangkaran Satwa Liar (burung) Bisa Dilindungi. Melalui Permen ini, kata dia, pemerintah ingin agar satwa burung terjaga kelestariannya, seperti murai batu, pleci, hingga cucak rawa. Pihaknya menganggap jenis-jenis burung tersebut sudah langka habitatnya di alam. “Meski saat ini banyak ditemukan di penangkaran tapi tetap dilindungi, ” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelindungan dan Konservasi Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Wiyogo Supriyanto juga menyatakan mendukung penuh terbentuknya APBN Lampung.

Harapannya APBN bisa membantu pemerintah dalam memonitor satwa yang ditangkarkan. “Ini ide yang bagus. APBN mesti bisa produktif memberikan arahan kepada masyarakat terkait satwa dilindungi yang harus dijaga kelestariannya,” ujarnya.

BACA : UMK Bandarlampung Tunggu Putusan Pemprov

Menurutnya, hutan lindung di Lampung cukup banyak, salah satunya taman hutan Tahura Way Abdurrahman, Kemiling, Ba ndarlampung. Adanya APBN, kata dia, bisa membantu penangkaran satwa burung yang dilindungi dan dilestarikan, sehingga dapat dikembalikan lagi ke habitat alamnya. “Selain itu, APBN bisa melindungi penangkapan liar dari kerusakan,” tuturnya.

Sementara, Sekretaris APBN sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Aam Balau mengatakan bahwa kegiatan ini dihadiri 120 peserta penangkar burung kicau yang berasal dari kabupaten/kota se-Lampung.

Menurutnya, awal terbentuk asosiasi ini diinisiatori oleh Mahfud Sulaiman atau akrab disapa Haji Ebod pasca adanya keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 20 tahun 2018 tentang satwa jenis burung unggas yang digemari dan sering diperlombakan menjadi salah satu yang dilindungi. (gie/sur)

Sumber: Berita Lampung

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »